Posts

Pengajar BIPA Luar Negeri di Filipina

Image
Jeepney Ecoland mengantarkan Perjalanan Saya dari Uyanguren menuju KJRI Davao City Perjalanan ke luar negeri merupakan kisah unik bagi kita para perantau di segala bidang. Hal ini dikarenakan banyaknya perbedaan budaya yang meliputi aspek bahasa dan kebiasaan masyarakat di suatu negara. Tidak hanya perbedaan saja, namun terkadang dengan adanya persamaan membuat kita berpikir kritis terhadap fenomena yang kita jumpai. Saya akan mengisahkan salah satu kisah unik saya, ini adalah hari ke-20 saya ditugaskan menjadi pengajar bahasa Indonesia bagi Penutur Asing di Davao City, Filipina. Saya menganggap kisah saya hari ini sangat unik. Kisah ini dimulai dari p erjalanan menuju Uyanguren dari Konsulat Jenderal RI Davao City. Perjalanan saya hari ini mempunyai misi ke toko Amarah untuk menemui Ibu Anifa si pemilik toko. Kisah punya kisah Ibu Anifa tertarik untuk belajar bahasa Indonesia. Saya mendapatkan info tersebut dari rekan saya orang Indonesia yang menjadi guru di Seko...

Pengajar BIPA Luar Negeri di Filipina

Obrolan Manis dengan Pengemudi Bicycle (Bapak bingung, saya pun lebih bingung) Bicycle adalah sebuah alat transportasi yang ada di Filipina selain Jeepney dan Tricycle. Sejak saya bertugas di Filipina saya menggunakan transportasi negara ini, yaitu bicycle, tricycle, dan jeepney. Saya akan menceritakan pengalaman saya menggunakan transportasi tradisional di Davao City, Filipina. Bicycle adalah sepeda yang disampingnya didesain dengan tempat duduk dan atap seperti payung untuk menghindari panas dan hujan. Bicycle bisa memuat 2 orang penumpang, walau saya rasa pengemudinya akan merasa sangat kelelahan dan penuh perjuangan yang luar biasa untuk mengayuhnya. Pada hari itu saya ingin berangkat menuju KJRI Davao City dari House of Indonesia . Biasanya saya berjalan terlebih dahulu sekitar 500 meter di sepanjang jalan raya menuju area SM untuk dapat menemukan Bicycle. Bicycle adalah alat transportasi umum yang tidak boleh melintasi jalan raya. Transportasi ini hanya melewati sekita...

AKU DAN SKRIPSIKU

PART I Judulnya bikin mahasiswa tingkat akhir jadi galau. Tapi beneran ini sebagian curhat dan juga kasih motivasi buat teman-teman yang masih gantung status sarjananya gara-gara skripsi yang nggak kelar-kelar. Pasti semua pernah dapat pertanyaan kaya aku nih. :) : Yen, Gimana kuliah kamu ? :( : Alhamdullilah lancar. :) : Sudah semester berapa? :( : (dengan perasaan malu dan jengkel) semester 9 jalan semester 10 nih :) : Udah skripsi donk ? :( :(“udah kelamaan” dalam hati gue) iya... dalam proses (jawaban buat nutupin kekecewaan sama diri sendiri ) :) : Ouh,,, udah seminar? :( ; Udah. :) : Jadi kapan wisuda? :( : (Bisanya loh nanyain kapan aku wisuda? Syukur-syukur tuh tumpukan kertas yang gue bawa ke kampus nggak dicoret2 sama dosen gue, tapi karena gue nggak mau kelihatan menyedihkan jawaban gue simple aja sih) “doain aja ya secepatnya”(ngaku deh pasti itu jawaban kalian buat menghibur diri sendiri) Masa-masa skripsi it...

LANGIT DI UJUNG SENDU

Warna kemerahan kian merekah Tak juga darah namun begitu indah Hingga sang surya mulai tak tampak Ia hilang ,, Hai, mana bola pijarnya ?? Ketika tergantikan di kegelapan malam Ia begitu mewah, Lebih indah dari bintik-bintik cahaya yang mengelilinginya Tidak kah kau rasa, Keindahan ini nampak mengikuti harimu Ketika malam berbisik Ketika mentari menyapa Ketika bintang mengedip Ketika petir menggelegar Hingga titik air mulai menggelitik  Selasa, 11 Maret 2014 (YEYEN PURWIYANTI )

NYAWA UNTUK NEGERIKU

Kembali ngepos puisi buatanku, puisi ini dibuat untuk melengkapi penampilan teater SASTRA HIMABSIDA UBT yang akan ditampilkan pada hari Minggu, 7 Oktober 2012 dalam acara inagurasi MABA  angkatan 2012 mohon doanya besok bisa berjalan dengan lancar amien... puisi ini singkat, namun inilah isi dari penyampaian teater kami,,,, video nyusul yaa nanti akan diposting juga,,,, semangat ANGGOTA MUDA HIMABSIDA yang nampil besok yaaa,,,,, NYAWA UNTUK NEGERIKU Darah… Air mata… Semua bercucuran !!! Siapa yang tau? Siapa yang menyangka? Tulang-tulang tak berdosa ini bergeletak… Terbaring lemah tak bernyawa… Jangankan untuk menegakan kepala Berbisik MERDEKA pun mereka tak bisa Hai.. para penjajah, Ini lah kami, Jangankan satu, sepuluh !!! Seribu nyawapun akan kami pertaruhkan untuk mengibarkan BENDERA’ BANGSA INDONESIA….. karya : Yeyen Purwiyanti

Saat Sakitku melanda

"Saat Sakitku melanda" tubuh lemah terkulai, tertindih,,, bagai tertidih besi tubuh ini.. diterpa panas…. kadang juga seperti tak bernapas…. berhembus angin lewat sela-sela jendela kaca sejuk terasa… banyak berharap… kapan malaikat datang? kapan ia bawakan obat? dan kapan aku akan sehat?????????????????

LILIN 23 MARET

Dentang waktu mulai mengalir Usap air mata yang menetes Angan terbayang masa lampau Pukul berapa kah ini ? Untuk siapa kah ucapan ini ? Larutkah dia dengan kata-kata ini ? Ungkapan apa yang harus ku uraikan? Happy Birthday umi uyisku tersayang Tibanya saat ini pasti dinanti Iringan lagu indah juga dinanti Geram mengingat kejadian tadi Ahhhh……. Kami hanya bercanda Mengurai sejuta impian Akan segala harapan di masa depan Rangkaian kata indah ku sampaikan Enggan memberikan bingkisan Tapi hanya titipan doa sayang yang terucapkan